Di halaman ini
- Apakah pinisi dibuat di Makassar?
- Sejak kapan istilah pinisi tercatat?
- Apa arti pengakuan UNESCO?
- Bagaimana pinisi berfungsi sebagai kapal dagang?
- Mengapa Makassar begitu lekat dengan nama pinisi?
- Di mana sejarah ini bisa dilihat langsung?
- Apa yang berubah di Makassar sejak 2023?
- Apakah ada pinisi baru untuk Sulawesi Selatan setelah Adama dan Tungguma?
- Apa jawaban singkat soal sejarah phinisi di Makassar?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk?
Oleh Phinisi Makassar Editorial Desk

Sejarah kapal phinisi di Makassar lebih tepat dibaca sebagai sejarah pelabuhan dan pelaut. Keputusan UNESCO menyebut pusat pembuatan di Tana Beru, Bira, dan Batu Licin tanpa menyebut Makassar, dan sumber lain mencatat Makassar sebagai kota tempat pinisi berlabuh dan memuat barang. Pada Desember 2023, Pemkot meluncurkan dua kapal pinisi untuk pariwisata.
Apakah pinisi dibuat di Makassar?
Sumber utama tidak menempatkan Makassar sebagai pusat pembuatan. Keputusan UNESCO 12.COM 11.B.13 menyebut tiga pusat, yaitu Tana Beru, Bira, dan Batu Licin. Indonesia Travel menulis Tanah Beru berada dekat Bira, sekitar 176 kilometer dari Makassar. Jarak itu memberi gambaran mengapa kota ini lebih sering menjadi tempat kapal tiba daripada tempat kapal lahir.
Wikipedia bahkan meluruskan anggapan umum bahwa pinisi dibangun orang Makassar dan Bugis. Menurut entri itu, pembuatnya orang Bira, Ara, Lemo-Lemo, dan Tana Beru yang bersuku Konjo, sementara pelaut Bugis dan Makassar banyak memakai pinisi sebagai kapal kargo. Di lapangan, banyak operator di Makassar masih memakai istilah kapal Bugis-Makassar. Kedua cara menyebut itu perlu dibaca berdampingan: yang satu menjelaskan siapa pembuatnya, yang lain tampaknya lebih dekat pada siapa pemakainya.
Satu kasus kota perlu dicatat terpisah. Antara, Desember 2023 memberitakan dua kapal Pemkot dikerjakan delapan bulan oleh perajin yang didatangkan dari kampung Ara, Bulukumba, dan mengutip Bupati Bulukumba bahwa pembuatan pinisi pernah dilakukan di Makassar, walau tempat aslinya di Ara. Titik kerjanya di kota tidak disebut.
| Peran | Siapa atau di mana | Asal keterangan |
|---|---|---|
| Pusat pembuatan | Tana Beru, Bira, Batu Licin | UNESCO |
| Pembuat | Orang Bira, Ara, Lemo-Lemo, dan Tana Beru yang bersuku Konjo | Wikipedia |
| Pemakai kargo | Pelaut Bugis dan Makassar | Wikipedia |
| Tempat berlabuh di kota | Pelabuhan Paotere | Indonesia Travel |
| Kapal milik kota | Adama dan Tungguma, diluncurkan Desember 2023 | Antara |
Sejak kapan istilah pinisi tercatat?
Ada dua klaim yang berjalan terpisah, dan keduanya berbeda jauh. Wikipedia menulis penyebutan paling awal istilah pinisi yang jelas mengacu kapal layar Sulawesi ditemukan dalam artikel 1917 di majalah Belanda Coloniale Studien. Indonesia Travel menyebut naskah La Galigo abad ke-14. Kami tidak memilih salah satunya, karena klaim pertama berbicara tentang kemunculan istilah yang jelas pada tulisan, sedangkan klaim kedua menautkan pinisi ke naskah yang jauh lebih tua. Wikipedia juga memasukkan anggapan abad ke-14 ke daftar kesalahpahaman umum, dan menulis kapal bersistem layar pinisi baru ada setelah tahun 1900.
Jika Anda menulis materi acara atau brosur, tulislah sumbernya bersama angkanya. Kalimat seperti "pinisi sudah ada sejak abad ke-14" tanpa keterangan asal akan terdengar lebih pasti daripada bahannya. Kata pinisi juga perlu dipakai dengan hati-hati: Wikipedia menjelaskan kata itu hanya menyebut jenis sistem layar, tidak menyebut bentuk lambung. Jadi, sejarah istilah tidak otomatis sama dengan sejarah semua kapal kayu yang kini disebut pinisi.
Apa arti pengakuan UNESCO?
Pengakuan itu tertuju pada seni pembuatan kapal. Wikipedia mencatat penetapannya pada Sesi ke-12 tanggal 7 Desember 2017, dan keputusan UNESCO sendiri menyebut pinisi merujuk pada rig dan layar sekunar Sulawesi. Bagi pembaca di Makassar, ada dua hal praktis yang bisa diambil.
- Pengakuan itu tidak kami baca sebagai sertifikat untuk satu kapal tertentu. Kapal wisata yang menyebut UNESCO di brosurnya tetap perlu diperiksa sendiri.
- Makassar tidak termasuk tiga pusat pembuatan yang disebut dalam keputusan. Kalimat yang menyebut kapal di Losari sebagai warisan buatan Makassar perlu diminta asal-usulnya.
Pertanyaan "apakah kapal ini pinisi asli" punya jawaban yang lebih rumit daripada kelihatannya, karena istilahnya merujuk pada rig. Ciri yang bisa Anda periksa kami kumpulkan di cara mengenali kapal phinisi asli.
Bagaimana pinisi berfungsi sebagai kapal dagang?
Inilah bagian sejarah yang paling terasa di Makassar. Indonesia Travel menyebut pinisi Bugis berukuran 100 sampai 200 ton masih berperan dalam angkutan tradisional dan perdagangan antarpulau, dengan muatan dari kayu, semen, genteng, beras, gula, hingga sepeda motor. Daftar barang ini menunjukkan kapal yang mengisi kebutuhan sehari-hari antarpulau, jauh dari citra kapal pesiar.
Paotere menjadi tempat untuk melihat peran itu. Sebuah kajian keselamatan pelayaran rakyat menulis pelabuhan ini menopang distribusi kebutuhan pokok dan komoditas ke kepulauan di Sulawesi Selatan, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Kapal yang berlabuh tidak semuanya pinisi, jadi kajian itu menggambarkan jaringan pelayaran rakyat secara luas. Suasana pelabuhannya kami uraikan di panduan Pelabuhan Paotere, dan cerita lebih tua mengenai usia pelabuhan ada di tulisan tentang sejarah Paotere.
Indonesia Travel juga mencatat pinisi dimodifikasi menjadi kapal menginap untuk penyelam, dengan kabin, dapur, dan toilet.
Ukuran di dermaga pun bermacam-macam. Seorang penulis perjalanan mencatat pinisi di Paotere sekitar 20 sampai 40 meter, dengan muatan yang sebagian besar diangkut tangan. Itu kesaksian satu orang, tanpa tanggal yang jelas, tetapi memberi bayangan tentang pelabuhan yang masih bergantung pada tenaga manusia. Angka kunjungan kapal pelayaran rakyat dari tahun ke tahun kami bahas di pelayaran rakyat Makassar.
Mengapa Makassar begitu lekat dengan nama pinisi?
Sumber tidak memberi satu jawaban; yang ada beberapa keterangan terpisah. Pelaut Bugis dan Makassar tercatat sebagai pemakai kargo. Paotere muncul di portal pariwisata nasional sebagai tempat melihat pinisi. Sebuah blog arsitek pada 2009 menjuduli rancangan gedung 17 lantai Universitas Negeri Makassar sebagai Menara Pinisi, dan menggambarkannya sebagai ikon baru bagi kampus, kota, dan provinsi. Itu pernyataan perancangnya sendiri, sehingga kami tidak memperlakukannya sebagai penilaian umum. Jejak lainnya kami kumpulkan di ikon pinisi di Kota Makassar.
Kelekatan itu wajar dan tidak perlu dibantah. Yang perlu dijaga hanyalah ketepatan kalimatnya: kapal ini lekat dengan Makassar sebagai kota pelaut dan pelabuhan, sementara keterangan tentang pembuatnya menunjuk ke tempat lain.
Di mana sejarah ini bisa dilihat langsung?
Tiga tempat di kota mewakili tiga bagian cerita. Di Paotere, Dinas Pariwisata menyebut pinisi berlabuh bersama perahu lain seperti jolloro dan patorani, sehingga Anda bisa melihat kapal dalam konteks kerjanya. Di Benteng Rotterdam, sebuah tulisan media menyebut Museum La Galigo menyimpan replika perahu pinisi. Tulisan itu lama dan koleksinya belum kami cek ulang, sedangkan World Museum Guide menulis museum buka setiap hari pukul 08.00 sampai 16.00 WITA, jadi konfirmasi dulu sebelum berkunjung. Di Pantai Losari, Anda melihat babak terbarunya.
Apa yang berubah di Makassar sejak 2023?
Perubahan terbesarnya adalah pemerintah kota ikut menjadi pemilik kapal. Adama dan Tungguma, menurut Antara, dibuat Pemkot lewat Dinas Pariwisata dan diluncurkan Desember 2023. Sebelumnya, pinisi di kota ini tampak dalam sumber sebagai urusan pelayaran rakyat dan pelaku wisata swasta.
Peluncuran itu sendiri bernilai sejarah kecil. Lintas Celebes mencatat kapal diresmikan dengan prosesi Annyorong Lopi di Pantai Losari, padahal Wikipedia menggambarkan annyorong lopi sebagai ritual masyarakat Bonto Bahari, Bulukumba, atas selesainya pembuatan pinisi. Tradisi galangan itu tampil di ruang publik kota. Rangkaian dan artinya kami bahas di Annyorong Lopi di Pantai Losari, sedangkan pemakaian kapalnya ada di kapal pinisi di Pantai Losari. Kondisi hari ini, dari kapal kerja sampai kapal wisata, kami rangkum di panduan phinisi Makassar.
Akibatnya, pengunjung kini bisa menemui dua lapis sejarah dalam satu kota. Lapis lama hidup di dermaga kerja di utara. Lapis baru tampil di anjungan Pantai Losari. Untuk memahami pinisi di Makassar secara utuh, dua tempat itu sebaiknya dikunjungi pada hari yang sama bila jadwal Anda memungkinkan.
Apakah ada pinisi baru untuk Sulawesi Selatan setelah Adama dan Tungguma?
Ada, dan fungsinya bukan wisata kota. Antara, April 2026 memberitakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menandatangani kontrak dengan PT PAL Indonesia pada 25 April 2026 untuk kapal pinisi serbaguna sepanjang 52 meter dengan akomodasi hingga 140 orang. Pada hari yang sama, PT PAL dan PT Industri Kapal Indonesia menandatangani nota kesepahaman di Makassar: PT IKI mengerjakan fisik kapal, PT PAL memegang standar material dan mutu. Fungsinya transportasi antarpulau dan distribusi BBM subsidi ke wilayah terpencil. Desainnya disebut mengadopsi karakteristik pinisi dengan teknologi modern. Bahan lambung, lokasi pengerjaan, dan jadwal selesainya tidak disebut berita itu.
Apa jawaban singkat soal sejarah phinisi di Makassar?
Apakah kapal phinisi berasal dari Makassar?
Tidak tercatat demikian. Keputusan UNESCO menyebut pusat pembuatan di Tana Beru, Bira, dan Batu Licin, tanpa menyebut Makassar. Indonesia Travel dan Dinas Pariwisata mencatat pinisi berlabuh di Paotere.
Apakah pinisi buatan orang Bugis?
Tidak, menurut Wikipedia. Pembuatnya disebut orang Bira, Ara, Lemo-Lemo, dan Tana Beru yang bersuku Konjo, sedangkan pelaut Bugis dan Makassar banyak memakai kapalnya untuk kargo.
Bagaimana cara mengidentifikasi kapal phinisi yang asli?
Mulailah dari rig dan layarnya, karena kata pinisi merujuk pada sistem layar dan tidak merujuk bentuk lambung. Wikipedia menyebut tujuh hingga delapan layar pada dua tiang. Kapal wisata yang layarnya tidak terpasang perlu ditanyakan lebih lanjut.
Apakah ada tur phinisi yang berfokus pada budaya Bugis di Makassar?
Belum kami temukan. Paket operator yang tercatat dijual menurut waktu berlayar seperti sunset, half day, dan full day. Untuk sisi budaya, gabungkan kunjungan sendiri ke Paotere dengan pelayaran dari sekitar Losari.
Apa arti pinisi di daftar UNESCO bagi kapal wisata?
Daftar itu menghargai seni pembuatan kapal. Keterangan tersebut tidak memberi tahu Anda apakah kapal tertentu aman atau laik, sehingga dokumen kapal tetap perlu ditanyakan.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Keputusan UNESCO 12.COM 11.B.13
- Wikipedia: Pinisi
- Indonesia Travel: pinisi di Makassar
- Indonesia Travel: pinisi, ikon tradisi pelayaran
- Kajian keselamatan pelayaran rakyat di Paotere, 2014
- Antara: Menteri Kebudayaan di atas pinisi, Januari 2025
- Lintas Celebes: peluncuran dua kapal, Desember 2023
- Wikipedia: Annyorong lopi
- Catatan perjalanan tentang pelaut Makassar
- Blog arsitek: Menara Pinisi, 2009
- Berdikari Online: Museum La Galigo
- World Museum Guide: Museum La Galigo
- Antara: dua kapal pinisi Pemkot dilepas, Desember 2023
- Antara: kapal pinisi serbaguna Sulsel, April 2026
Bagaimana cara menghubungi desk?
Punya naskah, foto arsip, atau koreksi sejarah? Kirimkan beserta asalnya. WhatsApp 6281139414563 atau email bd@juaraholding.com.
Kirim tanggal, jumlah tamu, dan acara Anda. Desk menjawab tertulis.
Tanya lewat WhatsApp bd@juaraholding.com