Di halaman ini
- Apa itu pelayaran rakyat menurut undang-undang?
- Apa peran Paotere?
- Apa yang diangkut?
- Bagaimana tren kunjungan kapal?
- Apakah datanya masih berlaku?
- Apa artinya bagi pembaca yang ingin berkunjung atau menyewa kapal?
- Pertanyaan apa yang sering muncul soal pelayaran rakyat?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana menghubungi desk?
Oleh Phinisi Makassar Editorial Desk

UU 17/2008 mendefinisikan pelayaran rakyat sebagai usaha rakyat tradisional dengan kapal layar, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana yang berbendera Indonesia dan berukuran tertentu. Di Makassar, kajian akademik membahasnya lewat Pelabuhan Paotere. Data kunjungan kapal yang kami temukan berhenti pada 2013 dan menunjukkan penurunan, jadi jangan membacanya sebagai kondisi hari ini.
Apa itu pelayaran rakyat menurut undang-undang?
UU 17/2008 tentang Pelayaran memberi definisi dengan tiga unsur. Unsur pertama adalah pelakunya: usaha rakyat yang bersifat tradisional. Unsur kedua adalah kapalnya: kapal layar, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana. Unsur ketiga adalah syaratnya: berbendera Indonesia dan berukuran tertentu.
Frasa "ukuran tertentu" pantas dibaca hati-hati. Kalimat definisi itu tidak memberi ambang angka, dan kami tidak menurunkannya sendiri. Angka GT 500 yang muncul di berita KSOP Utama Makassar, misalnya, berkaitan dengan sosialisasi teknis Kapal Layar Motor, bukan dengan definisi pelayaran rakyat. Dua hal itu mudah tertukar saat dibaca sekilas.
Undang-undang ini juga sudah berubah. JDIH BPK mencatat UU 66/2024 sebagai Perubahan Ketiga atas UU 17/2008, ditetapkan 28 Oktober 2024 dan berstatus berlaku. Kami belum menelaah perubahan pada tiap pasalnya. Jadi definisi di atas kami kutip dari salinan UU 17/2008, dan siapa pun yang memerlukannya untuk urusan hukum perlu mengecek versi terbaru. Untuk aturan yang lebih dekat ke kapal yang akan Anda naiki, baca surat persetujuan berlayar.
Apa peran Paotere?
Sumber yang kami temukan membahas pelayaran rakyat di Makassar lewat Paotere, dan warga sekitar menyebut pelabuhan ini Bandar Perahu Rakyat, menurut Kompas.com. Artikel yang sama membedakannya dari Pelabuhan Soekarno Hatta: yang satu untuk peti kemas, yang ini untuk kapal kecil pengangkut barang dan penumpang.
Peran utamanya distribusi. Kajian keselamatan kapal di Paotere menggambarkan jangkauannya: kebutuhan pokok dan komoditas mengalir ke kepulauan di Sulawesi Selatan, serta ke Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, sampai Papua. Cakupan itu menjelaskan mengapa pelabuhan untuk kapal kecil ini tetap menjadi bahan kajian keselamatan. Jurnal pengabdian Universitas Hasanuddin menempatkan unit kerjanya di lingkungan Pelindo Regional 4 Makassar, walau status organisasi seperti itu bisa berubah.
Soal ukuran fisik, kajian Badan Litbang Perhubungan 2014 mencatat 11 dermaga beton dengan panjang total 890,5 meter. Jurnal lain memberi panjang per unit yang sulit dicocokkan dengan total itu, dan selisihnya kami uraikan di halaman Pelabuhan Paotere. Label tahunnya tetap penting: angka 2014 ini bukan denah pelabuhan hari ini.
Apa yang diangkut?
Muatan yang disebut sumber adalah barang sehari-hari, bukan barang eksotis. Jurnal Universitas Hasanuddin mendaftar kebutuhan pokok dan bahan bangunan: tepung terigu, minyak goreng, gula, beras, semen, dan material lain. Indonesia Travel, saat menulis pinisi secara umum, menyebut genteng, kayu, semen, gula, beras, bahkan sepeda motor.
Dua sumber itu berbicara pada skala berbeda, sehingga angkanya tidak boleh dicampur. Jurnal menyebut bobot mati hingga 1.500 ton untuk kapal pelayaran rakyat di Paotere. Indonesia Travel memberi angka 100 sampai 200 ton untuk pinisi Bugis yang masih bekerja di angkutan tradisional dan dagang antarpulau. Yang pertama mencakup kapal pelayaran rakyat secara umum, yang kedua hanya pinisi.
Cara kerjanya juga tercatat, walau dari kesaksian. Seorang penulis perjalanan melihat sebagian besar muatan di Paotere masih dipindahkan dengan tangan. Dinas Pariwisata Kota Makassar mencatat aktivitasnya dari pagi buta sampai menjelang malam. Seorang pemilik kapal layar bercerita kepada Antara pada Januari 2020 bahwa pekerjaan sehari bisa molor jadi dua hari saat hujan. Itu kesaksian satu orang, tetapi cukup untuk memahami mengapa cuaca berpengaruh pada barang yang menunggu di dermaga.
Bagaimana tren kunjungan kapal?
Angka yang tersedia menunjukkan penurunan pada 2010 sampai 2013, menurut kajian keselamatan kapal di Paotere.
| Ukuran | Angka | Periode |
|---|---|---|
| Kunjungan kapal pelayaran rakyat | 1.696 unit | 2010 |
| Kunjungan kapal pelayaran rakyat | 1.155 unit | 2013 |
| Realisasi bongkar muat | Turun rata-rata 10,9 persen per tahun | Periode kajian sampai 2013 |
Dua angka itu mengukur hal berbeda. Yang satu menghitung kapal yang datang, yang lain menghitung barang yang dibongkar dan dimuat. Jangan menyimpulkan bahwa setiap kapal mengangkut lebih sedikit, atau sebaliknya, hanya dari dua baris ini. Sumber itu juga tidak menyebut penyebab penurunannya, sehingga kami tidak menunjuk penyebab apa pun.
Apakah datanya masih berlaku?
Tidak sebagai gambaran hari ini. Angka kunjungan berhenti di 2013, dan penggantinya belum kami temukan. Bila Anda menulis laporan, tulislah "pada 2013", bukan "saat ini". Berikut usia tiap jenis data di halaman ini:
- 2010 sampai 2013: kunjungan kapal dan bongkar muat.
- 2014: kajian Badan Litbang Perhubungan tentang dermaga.
- Januari 2020: kesaksian pemilik kapal kepada Antara.
- Agustus 2022: gambaran ritme bongkar muat dari portal Dinas Pariwisata.
- Juli 2023: artikel Kompas.com tentang profil pelabuhan.
- 30 September 2026: sosialisasi KSOP, tanda terbaru dari otoritas.
Tanda terakhir itu layak diperhatikan. Portal Maritimhub Kementerian Perhubungan memberitakan pertemuan KSOP Utama Makassar di Paotere dengan agen dan nakhoda, membahas teknis garis muat dan lambung timbul Kapal Layar Motor sampai GT 500. Itu berita kegiatan, bukan hitungan kapal, jadi tidak membantah atau mengonfirmasi tren di atas. Namun berita itu menunjukkan bahwa otoritas masih memperlakukan Paotere sebagai tempat yang relevan untuk urusan kapal layar motor pada 2026. Arti istilahnya ada di apa arti KLM pada nama kapal.
Pihak yang layak ditanya soal angka baru adalah KSOP Utama Makassar dan pengelola pelabuhan. Bila Anda memegang data resmi yang lebih baru, kami ingin memuatnya dengan label tahunnya.
Apa artinya bagi pembaca yang ingin berkunjung atau menyewa kapal?
Pelayaran rakyat dan wisata phinisi sama-sama bisa melibatkan kapal yang disebut pinisi, tetapi bukan urusan yang sama. Paotere adalah pelabuhan kerja, dan Traveloka meminta pengunjung mengikuti arahan petugas karena area itu masih aktif. Membayangkan Paotere sebagai dermaga wisata akan membuat Anda salah alamat; pemilahan lokasinya ada di titik keberangkatan kapal phinisi.
Definisi undang-undang di atas juga tidak otomatis menjawab status kapal wisata tertentu. Kelas dan dokumen harus dicek per kapal, dan kami tidak menyimpulkannya dari nama atau bentuk kapal. Perbandingan fungsi kedua jenis kapal ada di phinisi kargo dan phinisi wisata.
Pertanyaan apa yang sering muncul soal pelayaran rakyat?
Apa itu pelayaran rakyat?
Menurut UU 17/2008, ini usaha rakyat tradisional dengan kapal layar, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana yang berbendera Indonesia dan berukuran tertentu.
Apakah UU 17/2008 masih berlaku?
Ya, dengan perubahan. JDIH BPK mencatat UU 66/2024 sebagai Perubahan Ketiga yang ditetapkan 28 Oktober 2024. Cocokkan dengan naskah terbaru sebelum mengutipnya.
Apakah jumlah kapal pelayaran rakyat di Paotere masih menurun?
Belum diketahui. Angka yang kami temukan hanya sampai 2013, yaitu 1.155 unit, turun dari 1.696 unit pada 2010.
Barang apa yang diangkut kapal pelayaran rakyat dari Paotere?
Terutama kebutuhan pokok dan bahan bangunan, menurut jurnal Universitas Hasanuddin. Kajian keselamatan kapal menyebut tujuannya sampai Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Mengapa KSOP mengumpulkan nakhoda di Paotere pada 2026?
Untuk sosialisasi teknis pada 30 September 2026 tentang garis muat dan lambung timbul Kapal Layar Motor sampai GT 500. KSOP memandang garis muat sebagai penentu batas aman kapal.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- UU 17/2008 tentang Pelayaran, salinan JDIH Kementerian ESDM
- UU 66/2024, JDIH BPK
- Kajian keselamatan kapal pelayaran rakyat di Paotere, Badan Litbang Perhubungan
- Jurnal pengabdian Universitas Hasanuddin
- Maritimhub Kementerian Perhubungan, sosialisasi garis muat, September 2026
- Kompas.com, profil Pelabuhan Paotere, Juli 2023
- Dinas Pariwisata Kota Makassar, Pelabuhan Paotere, Agustus 2022
- Antara Makassar, bongkar muat di pelabuhan rakyat, Januari 2020
- Indonesia Travel, pinisi di Makassar
- Catatan penulis perjalanan tentang Makassar
- Traveloka, Pelabuhan Paotere, Oktober 2026
Bagaimana menghubungi desk?
Memegang data kunjungan kapal Paotere yang lebih baru, atau ingin bertanya soal halaman ini? Kirim ke WhatsApp 6281139414563 atau bd@juaraholding.com, sebaiknya dengan tautan sumbernya.
Kirim tanggal, jumlah tamu, dan acara Anda. Desk menjawab tertulis.
Tanya lewat WhatsApp bd@juaraholding.com