Phinisi  Makassar
Menu

Pelabuhan Paotere: Tempat Kapal Phinisi Kargo Bersandar di Makassar

Di halaman ini
  1. Di mana Pelabuhan Paotere?
  2. Apa fungsi Paotere hari ini?
  3. Berapa besar pelabuhan ini?
  4. Kapal apa yang bisa dilihat?
  5. Siapa yang mengawasi keselamatan kapal di Paotere?
  6. Apa yang membuat Paotere tetap layak dikunjungi?
  7. Bagaimana sikap yang pantas saat berkunjung?
  8. Apakah wisata pinisi berangkat dari sini?
  9. Apa lagi yang perlu diketahui sebelum ke Paotere?
  10. Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?
  11. Dari mana fakta di halaman ini berasal?
  12. Bagaimana cara menghubungi desk?

Oleh Phinisi Makassar Editorial Desk

Angka bersumber: setiap harga di tabel membawa sumber dan bulan pengecekan, dan bukan penawaran kami.

Haluan phinisi kargo putih menjulang di atas tumpukan kardus dan karung muatan di Pelabuhan Paotere
Phinisi kargo dan muatan di dermaga Pelabuhan Paotere, Oktober 2022. Foto: Muhammad Ridwan Alimuddin, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons, ukuran diubah. Foto ilustrasi: bukan kapal, proyek, atau layanan situs ini, dan bukan kapal yang ditawarkan.

Pelabuhan Paotere di Makassar adalah pelabuhan kerja di utara kota, di Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, yang melayani kapal kecil dan pelayaran rakyat. Portal pariwisata resmi menyebut pinisi dapat dilihat berlabuh di sini. Titik naik wisata yang tercatat menunjuk Losari dan Center Point of Indonesia.

Di mana Pelabuhan Paotere?

Paotere berada di bagian utara Kota Makassar, tepatnya di Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah. Letak itu dicatat portal wisata Dinas Pariwisata Kota Makassar. Warga sekitar juga menyebutnya Bandar Perahu Rakyat, menurut Kompas.com, dan nama itu menjelaskan banyak hal tentang tempat ini. Wisatawan yang mencari dermaga kapal pesiar akan salah alamat.

Bila Anda sudah memutuskan datang, rute, waktu tempuh, dan jam yang cocok ada di panduan cara ke Pelabuhan Paotere. Halaman ini membahas pelabuhannya, bukan perjalanannya.

Apa fungsi Paotere hari ini?

Paotere terutama berfungsi sebagai simpul barang dan kapal kecil. Kompas.com membedakannya dari Pelabuhan Soekarno Hatta yang melayani peti kemas: Paotere melayani kapal kecil, baik untuk barang maupun penumpang. Jurnal pengabdian Universitas Hasanuddin menyebut kapal pelayaran rakyat di sini berbobot mati hingga 1.500 ton, dengan muatan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung terigu, serta semen dan material bangunan. Paotere satu dari dua tempat utama untuk melihat phinisi Makassar; yang lain anjungan Pantai Losari.

Seorang penulis perjalanan menggambarkan suasananya sebagai pelabuhan kerja yang muatannya sebagian besar diangkut tangan. Itu kesaksian satu orang tanpa tanggal yang jelas, tetapi sejalan dengan gambaran sumber lain: orang datang ke sini untuk bekerja, dan kunjungan wisata menumpang pada kegiatan itu. Peran Paotere bagi distribusi antarpulau beserta angkanya dibahas di ulasan pelayaran rakyat Makassar.

Soal pengelola, jurnal yang sama menyebut Unit Kerja Pelabuhan Paotere berada pada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Struktur organisasi seperti ini bisa berubah, jadi anggaplah itu keadaan saat jurnal ditulis. Asal-usulnya lebih rumit lagi, dan sumber yang ada tidak sepakat; ketiga versinya kami susun di ulasan sejak kapan Paotere ada.

Berapa besar pelabuhan ini?

Dua sumber akademik sama-sama mencatat sebelas dermaga, tetapi angka panjangnya tidak mudah dipertemukan.

Berapa besar pelabuhan ini?
SumberDermagaPanjangData lain
Jurnal pengabdian Universitas Hasanuddin11 unit33,33 sampai 60 meterKolam dermaga 3 meter; tiga lapangan penumpukan seluas total 7.962 meter persegi
Kajian Badan Litbang Perhubungan 201411 dermaga betonTotal 890,5 meterData tahun 2014

Bila setiap dermaga paling panjang 60 meter, sebelas dermaga tidak mencapai total yang ditulis kajian 2014. Kami tidak tahu apakah bedanya datang dari cara mengukur, tahun data, atau definisi dermaga, sehingga kedua angka kami tulis berdampingan. Tidak ada data pengelola yang kami temukan untuk menengahinya. Bagi pengunjung, angka-angka ini cukup memberi gambaran bahwa Paotere adalah deretan dermaga pendek untuk kapal kecil, bukan terminal besar.

Fasilitas yang disebut Traveloka adalah dermaga, kolam pelabuhan, tempat pelelangan ikan, kawasan kuliner, toilet, area parkir, dan pos keamanan. Retribusi masuk per orang dan per kendaraan bermotor tampil di tabel harga halaman ini, dengan catatan Traveloka mengutip Kompas untuk angkanya.

Tiga perahu bercadik dengan atap kain tertambat di kolam Pelabuhan Paotere, kapal bertiang tampak di kejauhan
Perahu bercadik tertambat di kolam Pelabuhan Paotere. Foto: Oceanmuse, CC BY 4.0, Wikimedia Commons, ukuran diubah. Foto ilustrasi: bukan kapal, proyek, atau layanan situs ini, dan bukan kapal yang ditawarkan.

Kapal apa yang bisa dilihat?

Dinas Pariwisata menyebut lima jenis kapal yang berlabuh di sini: Karoro, Phinisi, Jolloro, Katinting, dan Patorani. Penjelasan tiap jenis, termasuk dua yang sumbernya tipis, ada di panduan perahu tradisional di Paotere.

Untuk phinisi, Indonesia Travel menyebut Paotere sebagai salah satu tempat melihat pinisi berlabuh, selain Sunda Kelapa, Surabaya, dan Labuan Bajo. Penulis perjalanan yang sama mencatat pinisi di sana berukuran sekitar 20 sampai 40 meter; angka itu pengamatan pribadi, bukan data resmi. Indonesia Travel sendiri menyebut pinisi Bugis 100 sampai 200 ton masih berperan dalam angkutan tradisional dan perdagangan antarpulau, sedangkan jurnal Universitas Hasanuddin di atas memakai angka bobot mati untuk kapal pelayaran rakyat pada umumnya. Keduanya mengukur hal yang berbeda, jadi jangan dibaca sebagai satu kisaran. Tidak ada jadwal sandar yang kami temukan, jadi jumlah kapal yang terlihat bergantung pada hari kedatangan Anda. Kapal yang bersandar di sini adalah kapal kerja, dan bedanya dengan phinisi wisata perlu dipahami sebelum Anda berharap bisa naik.

Siapa yang mengawasi keselamatan kapal di Paotere?

Pengawasan datang dari otoritas pelayaran, dan kegiatannya bisa dilacak. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar mengumpulkan agen dan nakhoda di Paotere pada 30 September 2026 untuk sosialisasi teknis garis muat dan lambung timbul bagi Kapal Layar Motor sampai GT 500. Publikasi KSOP menggambarkan garis muat sebagai penentu batas aman antara kapal dan lautan.

Kajian Badan Litbang Perhubungan menambahkan konteksnya: aturan SOLAS disebut tidak berlaku untuk kapal tradisional, sehingga kajian tersebut memakai persyaratan keselamatan Kapal Layar Motor sampai GT 500. Bagi pengunjung, intinya sederhana. Kapal di sini dibahas dalam kerangka keselamatan kapal rakyat, dan apa yang Anda lihat bersandar belum tentu kapal yang disiapkan untuk mengangkut wisatawan.

Apa yang membuat Paotere tetap layak dikunjungi?

Daya tariknya adalah melihat pelabuhan rakyat bekerja, bukan berlayar. Dinas Pariwisata menyebut Paotere juga didatangi untuk panorama matahari terbenam dan diminati fotografer, sedangkan tempat pelelangan ikan dan kawasan kuliner memberi alasan lain untuk singgah. Hujan bisa mengubah suasananya: seorang pemilik kapal layar pernah mengatakan kepada Antara bahwa hujan membuat bongkar muat yang biasanya sehari menjadi dua hari.

Pilih tujuan menurut apa yang Anda cari.

Apa yang membuat Paotere tetap layak dikunjungi?
Yang Anda cariLebih sesuaiCatatan
Melihat kapal kerja dan bongkar muatPaotereTempat kerja aktif; ikuti arahan petugas
Naik kapal pada sore hariLosari atau Center Point of IndonesiaTitik yang disebut operator wisata; cek saat memesan
Memotret deretan kapalPaotere atau anjungan LosariPaotere diminati fotografer menurut Dinas Pariwisata; deretan pinisi dari anjungan Losari disebut situs Pemkot Makassar

Bagaimana sikap yang pantas saat berkunjung?

Bersikaplah seperti tamu di tempat kerja orang. Satu-satunya pedoman tertulis yang kami temukan datang dari Traveloka: area pelabuhan masih aktif, jadi pengunjung diminta mengikuti arahan petugas dan menghindari kawasan yang tidak diizinkan. Daftar di bawah melengkapi pedoman itu. Isinya saran redaksi kami, bukan aturan pelabuhan.

  • Patuhi arahan petugas lebih dulu, termasuk bila arahannya berbeda dari yang Anda baca di sini.
  • Jangan berdiri di jalur orang yang sedang memikul muatan atau di belakang kendaraan yang mundur.
  • Minta izin sebelum memotret orang dari dekat, dan jangan menghentikan pekerjaan demi foto.
  • Jangan naik ke kapal atau papan titian tanpa diajak oleh awaknya.
  • Pakai alas kaki tertutup karena lantai dermaga dan area pelelangan bisa basah.
  • Bawa kembali sampah Anda, dan awasi anak-anak di dekat tepi dermaga.

Apakah wisata pinisi berangkat dari sini?

Belum ada sumber yang menyatakan begitu. Melihat phinisi berlabuh di sini tidak berarti kapal itu disewakan. Bila ada pihak yang menawarkan pelayaran wisata dari Paotere, mintalah nama kapal, penyelenggara, dan titik naik secara tertulis, lalu bandingkan dengan panduan titik keberangkatan.

Apa lagi yang perlu diketahui sebelum ke Paotere?

Apakah Pelabuhan Paotere terbuka untuk pengunjung?

Ya, dengan batas. Traveloka mencantumkannya sebagai tujuan kunjungan, tetapi mengingatkan bahwa area ini masih aktif. Pengunjung diminta mengikuti arahan petugas dan menghindari kawasan yang tidak diizinkan.

Apakah ada panduan etika resmi untuk pengunjung Paotere?

Belum ada yang kami temukan dari pengelola. Yang tertulis hanya imbauan di Traveloka untuk mengikuti petugas. Saran lain di halaman ini adalah pendapat redaksi berdasarkan sifat Paotere sebagai tempat kerja.

Apakah phinisi pasti terlihat saat datang ke Paotere?

Tidak pasti. Sumber menyebut pinisi berlabuh di sini, tetapi tidak memberi jadwal sandar. Kapal kerja datang dan pergi menurut muatan, sehingga jumlah kapal yang terlihat bisa berbeda dari hari ke hari.

Berapa biaya masuk Pelabuhan Paotere?

Retribusi per orang dan untuk kendaraan bermotor tampil di tabel harga halaman ini. Angkanya dari Traveloka yang mengutip Kompas, jadi ikuti tarif yang berlaku di pintu masuk bila ternyata berbeda.

Apa bedanya Paotere dengan Pelabuhan Soekarno Hatta?

Bedanya ada pada jenis kapal yang dilayani. Menurut Kompas.com, Soekarno Hatta melayani peti kemas, sedangkan Paotere melayani kapal kecil untuk barang dan penumpang, sehingga suasananya lebih dekat dengan bongkar muat rakyat.

Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?

Tarif pihak ketiga yang dipublikasikan dan angka yang diberitakan, masing-masing dengan sumber dan bulan pengecekan. Ini bukan penawaran kami dan dapat berubah; cek sumbernya sebelum memakai angka.

Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?
ItemHarga terpublikasiSumberDicek
Retribusi masuk Pelabuhan Paotere per orang (Traveloka mengutip Kompas)Rp3.000 per orangtraveloka.comNov 2026
Retribusi masuk Pelabuhan Paotere bila membawa kendaraan bermotor (Traveloka mengutip Kompas)Rp15.000traveloka.comNov 2026

Dari mana fakta di halaman ini berasal?

Bagaimana cara menghubungi desk?

Untuk pertanyaan tentang phinisi wisata, sebutkan rencana tanggal dan ukuran rombongan Anda. WhatsApp 6281139414563 atau surel bd@juaraholding.com.

Mencari kapal phinisi di Makassar?

Kirim tanggal, jumlah tamu, dan acara Anda. Desk menjawab tertulis.

Tanya lewat WhatsApp bd@juaraholding.com