Phinisi  Makassar
Menu

Jejak Pinisi di Kota Makassar: Museum, Menara, dan Losari

Di halaman ini
  1. Di mana melihat replika pinisi?
  2. Apa itu Menara Pinisi?
  3. Mengapa Losari jadi ikon baru?
  4. Bagaimana mengenali pinisi saat melihatnya?
  5. Apakah Makassar tempat pinisi dibangun?
  6. Apa lagi yang bisa dilihat?
  7. Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?
  8. Pertanyaan apa yang sering muncul soal jejak pinisi di kota?
  9. Dari mana fakta di halaman ini berasal?
  10. Bagaimana cara menghubungi desk?

Oleh Phinisi Makassar Editorial Desk

Angka bersumber: setiap harga di tabel membawa sumber dan bulan pengecekan, dan bukan penawaran kami.

Huruf besar PANTAI LOSARI di pelataran tepi laut dengan tiang kapal pinisi dan masjid berkubah di belakangnya
Pelataran bertuliskan Pantai Losari dengan tiang kapal pinisi di latar belakang. Foto: Aqilla Rahmi, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons, ukuran diubah. Foto ilustrasi: bukan kapal, proyek, atau layanan situs ini, dan bukan kapal yang ditawarkan.

Jejak pinisi di Kota Makassar disebut sumber di tiga tempat selain pelabuhan: replika di Museum La Galigo, Fort Rotterdam; rancangan gedung berjudul Menara Pinisi di kampus UNM; dan deretan kapal di Pantai Losari. Losari punya sumber terkuat. Dua lainnya bersandar pada sumber tipis, jadi konfirmasikan dulu sebelum berangkat khusus untuk melihatnya.

Di mana melihat replika pinisi?

Tempat yang disebut adalah Museum La Galigo di kompleks Fort Rotterdam, tetapi sumbernya perlu dibaca dengan hati-hati. Sebuah tulisan di Berdikari Online menyebut museum ini menyimpan replika perahu pinisi. Tulisan itu sudah lama, dan kami belum menemukan daftar koleksi yang memastikan replika tersebut masih dipajang hari ini.

Informasi kunjungannya datang dari sumber lain. World Museum Guide, yang menurut halamannya diperbarui 22 Oktober 2026, menyebut museum berada di Benteng Rotterdam dengan jam buka harian 08.00 sampai 16.00 WITA. Tiket museum tampil di tabel harga halaman ini. Jam dan tiket itu bersumber dari platform perjalanan, bukan dari pengelola museum, sehingga masih layak ditanyakan sebelum berangkat.

Saran kami: datanglah ke museum karena Anda memang ingin melihat koleksinya, dan anggap replika pinisi sebagai bonus. Bila tujuan Anda satu-satunya adalah replika itu, tanyakan dulu ke loket atau pengelola apakah benda tersebut masih dipajang.

Apa itu Menara Pinisi?

Menara Pinisi adalah nama yang dipakai sebuah tulisan blog arsitek pada 2009 untuk rancangan Gedung Pusat Pelayanan Akademik Universitas Negeri Makassar. Arsitek perancangnya mencatat rancangan itu sebagai pemenang pertama sayembara, berupa gedung tinggi 17 lantai. Tulisan yang sama menyebut rancangan tersebut sebagai ikon baru bagi UNM, Kota Makassar, dan Sulawesi Selatan.

Ada tiga batas yang perlu Anda ketahui.

  • Sumbernya hanya satu. Satu-satunya sumber kami adalah blog perancangnya sendiri.
  • Isinya rancangan tahun 2009. Kami belum menemukan sumber yang memastikan gedung itu berdiri persis seperti rancangannya.
  • Sebutan ikon datang dari perancang. Itu pernyataan pihak yang membuat rancangan, bukan penilaian pihak lain.

Jadi Menara Pinisi lebih tepat dibaca sebagai judul tulisan blog untuk sebuah rancangan; nama resmi rancangannya tidak tercatat di sumber itu. Sebelum memasukkannya ke rencana perjalanan, tanyakan dulu ke pihak kampus tentang kondisi gedung dan apakah pengunjung boleh melihatnya.

Mengapa Losari jadi ikon baru?

Karena kapal-kapal itu mudah dilihat dan pemerintah kota sendiri mengangkatnya. Situs Pemerintah Kota Makassar memakai kata ikonik untuk deretan pinisi yang sandar, sebagaimana terlihat dari anjungan pantai. Alamatnya Jalan Penghibur, Kelurahan Losari, Kecamatan Ujung Pandang. Situs yang sama menyebut kawasan ini buka sepanjang 24 jam dan masuknya tanpa tiket, tetapi keterangan itu hanya soal masuk ke pantai. Naik kapal adalah urusan lain.

Kebijakan kota ikut membentuk citra ini. Kapal Adama dan Tungguma, menurut Antara, dibuat Pemkot Makassar lewat Dinas Pariwisata dan diluncurkan pada Desember 2023. Pada 15 Januari 2025, masih menurut Antara, Menteri Kebudayaan dijamu makan malam di atas kapal pinisi. Wali Kota kala itu berkata puncak setiap kegiatan nasional dan internasional di kota ini adalah naik kapal. Pernyataan terakhir itu kami baca sebagai sikap pejabat.

Perlu dicatat bahwa pihak yang menyebut pemandangan ini ikonik juga pihak yang membuat dua kapal di antaranya, jadi wajar bila nadanya memuji. Kata baru pun relatif. Pada 2022, sebelum kapal pemerintah kota diluncurkan, kolom di detikNews sudah mencatat Kapal Pinisi Pusaka Indonesia di Pantai Losari. Proses awal itu kami ulas di panduan awal wisata phinisi Makassar, sedangkan kapal-kapal yang disebut sumber di pantai ini dirangkum di halaman kapal pinisi Losari. Prosesi peluncurannya dijelaskan di tulisan tentang Annyorong Lopi.

Bagaimana mengenali pinisi saat melihatnya?

Lihat tiang dan layarnya lebih dulu, bukan bentuk badannya. Menurut Wikipedia, ciri pinisi adalah dua tiang dengan tujuh hingga delapan layar, dan katanya merujuk pada sistem layar, tidak pada bentuk lambung. Keputusan UNESCO juga mengaitkan pinisi dengan rig dan layar sekunar Sulawesi. Akibatnya, replika, nama gedung, dan kapal sandar menyampaikan hal yang berbeda: yang pertama menunjukkan bentuk, yang kedua memakai lambang, dan yang ketiga baru menunjukkan kapal.

Kapal yang sedang bersandar belum tentu membentangkan layarnya, sehingga tiang menjadi petunjuk yang lebih mudah diamati dari anjungan. Panduan lengkapnya ada di tulisan cara mengenali kapal phinisi.

Apakah Makassar tempat pinisi dibangun?

Tidak tercatat demikian, dan ini penting untuk membaca semua ikon di atas. Keputusan UNESCO menyebut Tana Beru, Bira, dan Batu Licin sebagai pusat pembuatan kapal, tanpa menyebut Makassar. Wikipedia pun mengoreksi anggapan bahwa orang Makassar dan Bugis yang membangun pinisi: pembuatnya, menurut halaman itu, orang Konjo dari Bira, Ara, Lemo-Lemo, dan Tana Beru. Di kalangan operator kota ini, istilah kapal Bugis-Makassar tetap lazim.

Peran Makassar tercatat di sisi pemakaian: pelaut Bugis dan Makassar, menurut Wikipedia, banyak memakai pinisi untuk mengangkut kargo. Kalau ingin melihat tempat kapal dibuat, Anda harus keluar kota. Indonesia Travel menempatkan Tanah Beru di dekat Bira, kira-kira 176 kilometer dari Makassar. Yang bisa Anda temui di kota adalah jejak pelayaran dan kebanggaan terhadap kapal ini. Latar belakangnya ada di halaman sejarah phinisi Makassar.

Masjid berkubah banyak dengan menara terpantul di air tenang kawasan Pantai Losari saat langit redup
Masjid berkubah banyak terpantul di perairan kawasan Pantai Losari. Foto: Aqilla Rahmi, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons, ukuran diubah. Foto ilustrasi: bukan kapal, proyek, atau layanan situs ini, dan bukan kapal yang ditawarkan.

Apa lagi yang bisa dilihat?

Dua tempat lain melengkapi kunjungan, dan keduanya berbeda suasana dari Losari. Tabel ini merangkum semua tempat di halaman ini beserta kekuatan sumbernya.

Apa lagi yang bisa dilihat?
TempatYang bisa dilihatAsal keteranganKekuatan sumber
Pantai LosariDeretan kapal pinisi yang bersandarPemerintah Kota MakassarKuat untuk keberadaan pemandangan; jumlah kapal bisa berubah
Pelabuhan PaoterePinisi berlabuh di antara kapal kerjaIndonesia Travel; Dinas Pariwisata Kota MakassarKuat; area kerja aktif
Dermaga Kayu BangkoaKapal tradisional yang masih aktif, belum tentu pinisiSindo Makassar, Februari 2023Sedang; satu berita lama
Museum La GaligoReplika perahu pinisiBerdikari Online; World Museum GuideTipis; koleksi perlu dikonfirmasi
Rancangan Menara Pinisi, UNMRancangan yang dijuduli Menara Pinisi di blog arsitek; berdirinya belum dipastikanBlog arsitek perancang, 2009Tipis; satu sumber

Pelabuhan Paotere menunjukkan sisi yang tidak terlihat di Losari, yaitu kapal yang bekerja. Indonesia Travel memasukkan pelabuhan ini sebagai salah satu tempat melihat pinisi berlabuh, dan Dinas Pariwisata mendaftarkannya di antara kapal yang bersandar bersama jolloro dan patorani. Pelabuhan itu masih aktif, jadi ikuti arahan petugas di lokasi. Dermaga Kayu Bangkoa di Jalan Penghibur, yang menurut Sindo Makassar masih aktif sebagai dermaga kapal tradisional, lebih tepat dianggap gerbang perahu ke pulau.

Urutan yang masuk akal mengikuti jam buka. Bila keterangan World Museum Guide tepat, museum sudah tutup pukul 16.00 WITA, jadi kunjungi lebih dulu. Paotere punya ritme kerjanya sendiri yang dijelaskan di halamannya. Losari, yang terbuka sepanjang hari, bisa menjadi penutup pada sore hari.

Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?

Tarif pihak ketiga yang dipublikasikan dan angka yang diberitakan, masing-masing dengan sumber dan bulan pengecekan. Ini bukan penawaran kami dan dapat berubah; cek sumbernya sebelum memakai angka.

Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?
ItemHarga terpublikasiSumberDicek
Tiket Museum La Galigo (dipublikasikan, diperbarui Okt 2026)Rp5.000 per orangworldmuseumguide.orgNov 2026

Pertanyaan apa yang sering muncul soal jejak pinisi di kota?

Apakah Museum La Galigo punya replika pinisi?

Ya menurut satu tulisan di Berdikari Online, tetapi tulisan itu sudah lama. Tanyakan ke pengelola bila replika itu tujuan utama Anda.

Jam berapa Museum La Galigo buka?

World Museum Guide menulis jam 08.00 sampai 16.00 WITA tiap hari, pada halaman yang diperbarui Oktober 2026. Keterangan itu berasal dari platform perjalanan, jadi konfirmasikan sebelum berkunjung.

Apakah melihat kapal di Pantai Losari perlu tiket?

Tidak untuk kawasan pantai. Menurut situs Pemerintah Kota Makassar, siapa pun bisa masuk kapan saja tanpa membeli tiket. Naik kapal adalah urusan terpisah dengan operatornya.

Apakah Menara Pinisi sudah berdiri?

Belum bisa kami pastikan. Sumber kami hanya blog arsitek perancangnya pada 2009, yang membahas rancangan pemenang sayembara. Tanyakan ke pihak kampus sebelum datang.

Apakah pinisi dibuat di Kota Makassar?

Tidak tercatat demikian di keputusan UNESCO, yang menunjuk tiga pusat lain: Tana Beru, Bira, dan Batu Licin. Antara, Desember 2023, menyebut Adama dan Tungguma dikerjakan perajin dari kampung Ara, Bulukumba, dan mengutip Bupati Bulukumba bahwa pembuatan pernah dilakukan di Makassar; titik kerjanya tidak disebut.

Dari mana fakta di halaman ini berasal?

Bagaimana cara menghubungi desk?

Tahu kondisi terbaru replika atau gedung itu? Kirim sumbernya ke WhatsApp 6281139414563 atau email bd@juaraholding.com.

Mencari kapal phinisi di Makassar?

Kirim tanggal, jumlah tamu, dan acara Anda. Desk menjawab tertulis.

Tanya lewat WhatsApp bd@juaraholding.com