Di halaman ini
- Apa kata sumber pemerintah kota?
- Apa kata Kompas?
- Mengapa versinya berbeda?
- Apa yang aman ditulis?
- Apakah usia pelabuhan sama dengan usia pinisi di Paotere?
- Bagaimana memeriksa klaim usia di brosur atau konten wisata?
- Apa yang pasti tentang Paotere hari ini?
- Apa jawaban singkat soal usia Pelabuhan Paotere?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk?
Oleh Phinisi Makassar Editorial Desk

Belum ada satu tahun yang disepakati untuk awal Pelabuhan Paotere. Portal Dinas Pariwisata Kota Makassar memuat versi abad ke-16 dan versi abad ke-15 dengan catatan tahun 1420, sedangkan Kompas.com mencatat versi abad ke-16 dan abad ke-14. Tulis setiap versi bersama asalnya, dan hindari menyajikan salah satunya sebagai kepastian.
Apa kata sumber pemerintah kota?
Sumber pemerintah justru memuat dua versi dalam satu halaman. Portal wisata Dinas Pariwisata Kota Makassar, terbit Agustus 2022, mengutip buku Makassar Doeloe, Makassar Kini, Makassar Nanti untuk menyebut pelabuhan sudah beroperasi sejak abad ke-16. Di halaman yang sama, dengan mengutip sebuah tulisan tahun 1983, tertulis bahwa pelabuhan dibangun Raja Tallo ke-2 pada abad ke-15 dan menjadi titik pemberangkatan 200 kapal perang pada 1420.
Halaman itu tidak menyelesaikan perbedaannya, dan pembaca dibiarkan memegang dua angka. Status resmi portalnya pun perlu dipahami dengan tepat. Itu portal wisata, dan isinya mengutip buku lain. Label pemerintah pada alamat situs tidak mengubah kutipan tersebut menjadi penetapan sejarah oleh pemerintah. Kami juga belum melihat naskah asli kedua rujukan itu.
Apa kata Kompas?
Kompas.com, dalam artikel 9 Juli 2023, mencatat versi pembangunan pada abad ke-16 dan versi lain bahwa pelabuhan sudah ada sejak abad ke-14. Sebagian teks artikel itu berada di arsip berbayar. Klaim yang kami pakai ada di bagian terbuka, jadi mungkin ada penjelasan tambahan yang tidak kami baca.
Kompas memperkenalkan satu versi yang tidak muncul di portal kota, yaitu abad ke-14. Tidak ada keterangan di bagian terbuka mengenai siapa yang pertama menyebutnya. Jika Anda menemukan brosur yang memakai abad ke-14 tanpa rujukan, jangan langsung menganggapnya berasal dari Kompas. Bisa saja kedua tulisan mengambil dari sumber lain yang lebih tua.
Mengapa versinya berbeda?
Sumber-sumber itu tidak menjelaskan alasannya. Bagian ini berisi cara kami membaca, dan Anda perlu memperlakukannya sebagai penafsiran, tidak sebagai temuan sejarah. Petunjuk pertama ada pada kata kerjanya. Tiap versi membicarakan hal yang sedikit berbeda.
| Versi | Kata yang dipakai | Ditulis oleh | Mengutip |
|---|---|---|---|
| Abad ke-14 | Sudah ada | Kompas.com, 2023 | Tidak terlihat di bagian terbuka |
| Abad ke-15, dengan 1420 | Dibangun; titik pemberangkatan 200 kapal perang | Portal Dinas Pariwisata, 2022 | Sebuah tulisan tahun 1983 |
| Abad ke-16 | Beroperasi | Portal Dinas Pariwisata, 2022 | Buku Makassar Doeloe, Makassar Kini, Makassar Nanti |
| Abad ke-16 | Pembangunan | Kompas.com, 2023 | Tidak terlihat di bagian terbuka |
Pantai tempat perahu berlabuh, pelabuhan yang dipakai armada kerajaan, dan fasilitas yang dibangun adalah tiga hal berbeda. Sebuah tempat bisa saja sudah dipakai jauh sebelum ada yang menyebutnya dibangun. Itu bisa menjelaskan sebagian jarak antarversi, walaupun kami tidak punya bukti bahwa inilah sebabnya.
Petunjuk kedua ada pada rantai kutipan. Semua yang kami baca adalah tulisan yang mengutip tulisan lain, sehingga kesalahan atau pembulatan bisa ikut terbawa. Kami belum menemukan dokumen sezaman yang bisa dijadikan penentu. Karena itu, kami tidak bisa menyebut satu versi lebih benar, dan penulis lain sebaiknya juga menahan diri sampai ada sejarawan atau naskah yang bisa dirujuk.
Apa yang aman ditulis?
Untuk naskah wisata, proposal, atau keterangan foto, kalimat berikut bisa dipertanggungjawabkan karena membawa asalnya sendiri.
- "Portal wisata Dinas Pariwisata Kota Makassar mencatat Paotere beroperasi sejak abad ke-16, sambil memuat versi lain tentang pembangunan pada abad ke-15."
- "Kompas.com mencatat dua versi: pembangunan pada abad ke-16 dan keberadaan sejak abad ke-14."
- "Catatan tentang 200 kapal perang pada 1420 berasal dari kutipan di portal wisata kota."
Sebaliknya, ada beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari. Jangan mengubah 1420 menjadi hitungan usia seperti "sekian ratus tahun" di brosur, karena itu membuat satu kutipan terdengar seperti hasil pengukuran. Jangan pula menulis satu rentang abad yang menggabungkan versi dari dua sumber, karena tidak ada sumber yang mengatakan demikian. Kata "tertua" juga tidak punya dasar pada sumber yang kami baca.
Apakah usia pelabuhan sama dengan usia pinisi di Paotere?
Tidak, dan di sinilah tulisan wisata mudah tergelincir. Versi-versi di atas berbicara tentang pelabuhan. Catatan 1420 menyebut kapal perang tanpa menyebut jenisnya sebagai pinisi, setidaknya pada bagian yang kami baca. Maka kalimat "pinisi sudah berlabuh di Paotere sejak abad sekian" menggabungkan dua hal yang punya sumber berbeda. Sejarah istilah pinisi punya perdebatannya sendiri, dan kami tulis terpisah di sejarah phinisi di Makassar. Kalau Anda ingin menulis tentang keduanya, pisahkan dalam dua kalimat dengan dua rujukan.
Bagaimana memeriksa klaim usia di brosur atau konten wisata?
Empat pertanyaan pendek biasanya cukup untuk menilai sebuah klaim usia.
- Siapa yang menyebut angka itu, dan apakah tulisannya mencantumkan rujukan?
- Apa kata kerjanya: ada, dibangun, atau beroperasi?
- Apakah angkanya abad, tahun, atau hitungan usia yang dibuat sendiri oleh penulis?
- Apakah klaim itu membicarakan pelabuhan, kerajaan, atau jenis kapal tertentu?
Bila satu tulisan tidak bisa menjawab pertanyaan pertama, perlakukan angkanya sebagai cerita yang beredar. Cerita semacam itu boleh saja disampaikan, asalkan ditandai sebagai cerita dan tidak dicetak sebagai fakta di papan informasi, proposal, atau materi perusahaan.
Apa yang pasti tentang Paotere hari ini?
Berbeda dengan awal mulanya, keadaan sekarang punya dasar yang lebih kokoh. Dinas Pariwisata menempatkan pelabuhan di bagian utara kota, Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah. Kompas.com menulis warga sekitar juga menyebutnya Bandar Perahu Rakyat. Kompas juga membedakannya dari Pelabuhan Soekarno Hatta: yang satu melayani peti kemas, sedangkan Paotere melayani kapal kecil untuk barang dan penumpang. Indonesia Travel mencantumkannya sebagai salah satu tempat melihat pinisi berlabuh.
Inilah alasan kami menyarankan pembaca berhenti memperdebatkan angka abad bila tujuannya berkunjung. Nilai Paotere bagi pengunjung ada pada pekerjaan yang masih berlangsung di dermaganya. Panduan kunjungan ada di panduan Pelabuhan Paotere, cara mencapainya ada di cara ke Pelabuhan Paotere, dan hubungan pelabuhan ini dengan kapal kargo dibahas di sejarah phinisi di Makassar.
Data fisiknya juga punya tahun masing-masing. Jurnal pengabdian Universitas Hasanuddin mencatat 11 unit dermaga dengan panjang 33,33 sampai 60 meter, sedangkan kajian Badan Litbang Perhubungan 2014 mencatat 11 dermaga beton dengan panjang total 890,5 meter. Angka-angka itu menggambarkan fasilitas pada masanya dan tidak bisa dipakai untuk membuktikan usia pelabuhan.
Apa jawaban singkat soal usia Pelabuhan Paotere?
Tahun berapa Pelabuhan Paotere dibangun?
Tidak ada satu tahun yang disepakati. Portal Dinas Pariwisata memuat abad ke-15 dan catatan 1420 serta versi abad ke-16, sedangkan Kompas.com memuat abad ke-14 dan ke-16.
Benarkah 200 kapal perang berangkat dari Paotere pada 1420?
Belum bisa dipastikan. Catatan itu muncul di portal wisata kota sebagai kutipan dari sebuah tulisan tahun 1983.
Apakah Paotere pelabuhan tertua di Makassar?
Kami belum menemukan sumber yang menyatakannya secara tegas. Sumber yang kami baca membahas usia Paotere tanpa membandingkannya dengan pelabuhan lain, jadi kata tertua sebaiknya tidak dipakai.
Mengapa Paotere disebut Bandar Perahu Rakyat?
Sumber tidak menjelaskan asal namanya. Kompas.com mencatat warga sekitar juga menyebut Paotere dengan nama itu, dan mencatat pelabuhan ini melayani kapal kecil untuk barang dan penumpang, sedangkan peti kemas dilayani Pelabuhan Soekarno Hatta.
Versi mana yang sebaiknya dipakai untuk tulisan sekolah?
Pakai semua versi dan sebutkan asalnya. Guru atau pembaca bisa menilai sendiri bila Anda menulis siapa yang menyebut abad berapa, kapan tulisan itu terbit, dan apa yang dikutipnya.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Dinas Pariwisata Kota Makassar: Pelabuhan Paotere
- Kompas.com: profil dan sejarah Pelabuhan Paotere, 9 Juli 2023
- Indonesia Travel: pinisi di Makassar
- Jurnal pengabdian Universitas Hasanuddin
- Kajian Badan Litbang Perhubungan tentang pelayaran rakyat di Paotere
Bagaimana cara menghubungi desk?
Punya rujukan yang lebih tua tentang Paotere? Kirimkan judul dan halamannya. WhatsApp 6281139414563 atau email bd@juaraholding.com.
Kirim tanggal, jumlah tamu, dan acara Anda. Desk menjawab tertulis.
Tanya lewat WhatsApp bd@juaraholding.com