Di halaman ini
- Kapal apa saja yang disebut di Paotere?
- Apa itu Patorani?
- Apa itu Jolloro?
- Bagaimana membedakannya dari phinisi?
- Kapan perahu-perahu ini paling mungkin terlihat?
- Bisakah perahu tradisional selain phinisi disewa?
- Seberapa besar beda ukurannya?
- Apa yang belum bisa kami jelaskan?
- Apa lagi yang sering ditanyakan tentang perahu ini?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk?
Oleh Phinisi Makassar Editorial Desk

Perahu tradisional di Pelabuhan Paotere yang disebut Dinas Pariwisata Kota Makassar ada lima jenis: Karoro, Phinisi, Jolloro, Katinting, dan Patorani. Tiga di antaranya punya penjelasan bersumber. Patorani adalah perahu nelayan penangkap ikan terbang, Jolloro perahu motor ramping, dan pinisi merujuk pada sistem layar. Karoro dan Katinting belum bisa kami jelaskan dengan pasti.
Kapal apa saja yang disebut di Paotere?
Daftarnya datang dari portal wisata Dinas Pariwisata Kota Makassar, yang menyebut Karoro, Phinisi, Jolloro, Katinting, dan Patorani sebagai kapal yang berlabuh di sana. Halaman itu hanya menyebut namanya, sehingga penjelasan tiap jenis harus dicari di tempat lain. Mutu sumbernya pun tidak merata.
| Jenis | Yang tercatat | Asal keterangan | Keyakinan kami |
|---|---|---|---|
| Patorani | Perahu nelayan tradisional Makassar, penangkap ikan terbang | Wikipedia; RRI Makassar mengutip Wikipedia | Sedang |
| Jolloro | Perahu motor semi-tradisional, ramping, sekitar 5 meter | Wikipedia | Sedang |
| Phinisi | Sebutan untuk sistem layar, tujuh hingga delapan layar pada dua tiang | Wikipedia; UNESCO menyebutnya rig dan layar sekunar | Lebih tinggi |
| Karoro | Hanya nama | Dinas Pariwisata | Rendah |
| Katinting | Nama, tanpa uraian yang memadai | Dinas Pariwisata | Rendah |
Membawa daftar ini ke pelabuhan akan lebih berguna dibanding menghafal definisinya. Bila Anda ingin mengenali kapal di lapangan, nakhoda atau awak yang sedang tidak sibuk adalah narasumber yang lebih baik daripada halaman web mana pun, termasuk halaman ini. Sebelum datang, baca dulu gambaran Pelabuhan Paotere sebagai tempat kerja supaya Anda tahu kapan dan bagaimana sebaiknya bertanya.
Apa itu Patorani?
Patorani adalah perahu nelayan tradisional Makassar yang namanya berarti penangkap ikan terbang. Menurut Wikipedia, perahu ini kini banyak dipakai di Galesong, Takalar, sehingga menemukannya di Paotere tidak berarti Paotere adalah pusatnya.
RRI Makassar menulis bahwa Patorani sudah dimanfaatkan sejak setidaknya abad ke-17 untuk mencari ikan, transportasi, dan perdagangan. Perlu dicatat bahwa RRI sendiri mengutip Wikipedia, jadi ini satu jalur keterangan dan bukan dua sumber yang saling menguatkan. Anggaplah angka abad itu sebagai keterangan yang lazim beredar, belum sebagai temuan yang kami uji sendiri.
Apa itu Jolloro?
Jolloro adalah perahu motor semi-tradisional Bugis dan Makassar. Bentuknya ramping, panjangnya sekitar 5 meter, dan menurut Wikipedia mudah dijumpai di Selat Makassar. Dari kelima jenis ini, jolloro yang paling mungkin Anda naiki sendiri. Wikipedia mencatat Pulau Samalona ditempuh sekitar 30 menit dengan speedboat atau jolloro dari dermaga dekat Pantai Losari.
Ukurannya yang kecil punya konsekuensi. Dua kejadian jolloro pada 2024 tercatat di panduan keselamatan, dan keduanya bukan tentang kapal pinisi. Tanyakan pelampung dan cuaca sebelum naik.

Bagaimana membedakannya dari phinisi?
Lihat layar dan tiangnya lebih dulu, bukan lambungnya. Menurut Wikipedia, kata pinisi hanya menyebut jenis sistem layar dan tidak merujuk pada bentuk lambung. Sebuah pinisi membawa tujuh hingga delapan layar dengan dua tiang. Keputusan UNESCO juga menyebut Pinisi merujuk pada rig dan layar sekunar Sulawesi.
Di sinilah kerumitannya. Bila layar tidak terpasang, pengunjung hanya melihat lambung dan tiang, dan pengamatan di dermaga sulit memastikan sebuah kapal benar-benar pinisi. Pedoman kasar berikut membantu, dengan catatan bahwa ini panduan redaksi untuk membaca sumber, bukan alat identifikasi resmi.
- Dua tiang dan layar banyak: tanda paling kuat untuk pinisi, sesuai uraian di atas.
- Perahu kecil ramping bermesin: lebih dekat dengan gambaran jolloro.
- Disebut kapal nelayan penangkap ikan terbang: arah Patorani, tetapi tanyakan pada awaknya.
- Tertulis KLM pada nama kapal: belum cukup untuk menyimpulkan apa pun; maknanya dijelaskan di ulasan arti KLM.
Satu istilah lagi: artikel Universitas Negeri Makassar menyebut operator Seven Sails memakai Pinisi Palari dan Pinisi Lambo, dengan lambung palari cembung dan lambo berbentuk kotak. Dua kapal bisa sama-sama berlayar pinisi dengan lambung yang jauh berbeda, sehingga cara mengenalinya lebih jauh kami bahas di panduan mengenali kapal phinisi.
Kapan perahu-perahu ini paling mungkin terlihat?
Dinas Pariwisata memberi petunjuk umum: bongkar muat berlangsung sejak pagi buta hingga menjelang malam, dini hari ramai oleh nelayan, siang lebih sepi, dan sore ramai lagi. Bila yang Anda cari perahu nelayan seperti Patorani, petunjuk itu mengarah ke jam-jam awal, sedangkan kapal barang lebih mudah diamati selama bongkar muat berlangsung. Kesimpulan terakhir ini tafsiran kami atas pola tersebut, bukan pernyataan sumber. Rute dan pilihan jam ada di panduan cara ke Paotere.
Bisakah perahu tradisional selain phinisi disewa?
Ada, tetapi yang tercatat adalah sewa perahu penyeberangan ke pulau dan bukan wisata berperahu tradisional sebagai paket tersendiri. Atourin, misalnya, menyebut penyeberangan ke Samalona lewat Dermaga Popsa atau Dermaga Kayu Bangkoa. Angkanya kami sajikan di ulasan Samalona dan Kodingareng Keke. Perbandingan biaya per jenis perahu tidak bisa kami buat, karena sumber yang memuat tarif tidak selalu menyebut jenis perahunya.
Patorani yang disewakan untuk wisatawan di Makassar belum kami temukan. Patokan yang masuk akal: bila seseorang menawarkan perahu kerja untuk rombongan, tanyakan apakah perahu itu memang digunakan mengangkut penumpang, berapa jumlah orang yang diizinkan, dan apa perlengkapan keselamatannya. Jawaban yang mengelak sudah cukup menjadi alasan untuk mencari perahu lain.
Seberapa besar beda ukurannya?
Dua keterangan memberi gambaran kasar, tetapi asalnya berbeda dan tidak kami gabung. Seorang penulis perjalanan mencatat pinisi di Paotere sekitar 20 sampai 40 meter, dan itu kesaksiannya sendiri. Wikipedia menulis jolloro panjangnya sekitar 5 meter dan mudah dijumpai di Selat Makassar. Jurang ukuran itu menjelaskan mengapa keduanya sulit tertukar bila dilihat berdampingan. Jolloro juga lebih mungkin Anda tumpangi: entri Pulau Samalona menyebut speedboat atau jolloro sebagai moda dari dermaga dekat Pantai Losari. Jadi perahu kecil yang Anda amati di Paotere bisa saja sejenis dengan perahu yang kelak membawa Anda ke pulau, dan pertanyaan soal pelampung berlaku di keduanya. Ukuran tidak menentukan layak tidaknya sebuah perahu, jadi kondisi dan perlengkapannya tetap ditanyakan per perahu pada hari berlayar, termasuk untuk perahu antar dari kapal besar ke pulau.
Apa yang belum bisa kami jelaskan?
Karoro dan Katinting. Dinas Pariwisata menyebut keduanya tanpa uraian, dan kami belum menemukan sumber tentang ukuran, fungsi, atau bentuknya. Menulis ciri keduanya dari ingatan umum justru akan menyesatkan, jadi kami membiarkannya kosong. Bila Anda mengenal kedua perahu ini dari pengalaman kerja dan punya rujukan tertulis, desk senang menerimanya.
Apa lagi yang sering ditanyakan tentang perahu ini?
Apakah semua perahu ini bisa dilihat di Paotere setiap hari?
Tidak bisa dipastikan. Dinas Pariwisata menyebut kelimanya berlabuh di sana, tetapi tidak memuat jadwal. Temuan Anda bisa berbeda dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya, jadi jangan merencanakan perjalanan hanya demi satu jenis perahu.
Apakah jolloro termasuk kapal phinisi?
Tidak. Jolloro digambarkan sebagai perahu motor semi-tradisional yang ramping dan pendek, sedangkan pinisi merujuk pada sistem layar dengan dua tiang. Keduanya sama-sama kapal Sulawesi, tetapi fungsi dan ukurannya berbeda.
Apakah Patorani masih dipakai?
Ya, menurut Wikipedia, Patorani kini banyak dipakai di Galesong, Takalar.
Apa arti kata Patorani?
Patorani berarti penangkap ikan terbang, menurut Wikipedia. Nama itu menunjukkan fungsi perahunya sebagai perahu nelayan. Itu keterangan ensiklopedia.
Mana yang lebih cocok untuk wisatawan, jolloro atau phinisi?
Tergantung tujuannya. Jolloro tercatat sebagai salah satu cara menyeberang ke Samalona, sedangkan phinisi wisata di Makassar lebih banyak disebut untuk pelayaran sunset dan paket harian. Pilihlah menurut rute, jumlah orang, dan perlengkapan keselamatan yang dapat ditunjukkan penyedia.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Dinas Pariwisata Kota Makassar tentang Pelabuhan Paotere
- Wikipedia: Patorani
- RRI Makassar tentang Patorani
- Wikipedia: Jolloro
- Wikipedia: Pinisi
- Keputusan UNESCO 12.COM 11.B.13
- Wikipedia: Pulau Samalona
- Atourin tentang Pulau Samalona
- Artikel Universitas Negeri Makassar tentang Seven Sails
- Catatan penulis perjalanan tentang Makassar
Bagaimana cara menghubungi desk?
Rujukan tertulis atau pertanyaan tentang perahu di Paotere bisa dikirim lewat WhatsApp 6281139414563 atau surel bd@juaraholding.com.
Kirim tanggal, jumlah tamu, dan acara Anda. Desk menjawab tertulis.
Tanya lewat WhatsApp bd@juaraholding.com